LDK Syahid
LDK Syahid
WIB --:--:--

Jadwal Sholat Hari Ini

Untuk Wilayah Jakarta & Sekitarnya

Memuat jadwal sholat...

Agama

مفاهيم يجب أن تصحح (Mafahim Yajib An Tushohhah)

As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani  ·  Non Kader

315 halaman
2009
1 suka
Available Full PDF

Informasi Buku

Penulis
As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani
Kategori Penulis
Non Kader
Kategori Buku
Agama
Penerbit
Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah
Tahun Terbit
2009
Bahasa
Arabic
ISBN
-
Edisi
Cetakan Kedua
Ketersediaan
Available Full PDF
Jumlah Halaman
315 halaman

Deskripsi Buku

Buah karya teologi (akidah) penting yang ditulis oleh seorang ulama terkemuka Ahlus Sunnah wal Jama'ah dari Makkah. Sesuai dengan judulnya, "Konsep-Konsep yang Perlu Diluruskan", buku ini bertujuan untuk menjernihkan dan mengoreksi berbagai kesalahpahaman dalam akidah dan praktik keagamaan yang tersebar di tengah umat Islam.

Penulis secara sistematis membahas isu-isu yang sering menjadi sumber perdebatan dan bahkan perpecahan, terutama yang berkaitan dengan tuduhan syirik (politeisme) dan bid'ah (inovasi) terhadap amalan-amalan yang lazim di kalangan mayoritas Muslim. Buku ini ditulis dengan tujuan ishlah (perbaikan) , mengembalikan pemahaman umat pada metodologi ulama salaf dan khalaf yang moderat, serta memperingatkan bahaya gegabah dalam mengkafirkan (takfir) sesama Muslim.

Buku ini terbagi menjadi tiga bab utama:
- Bab Pertama: Pembahasan Akidah (termasuk kelirunya standar takfir hari ini).
- Bab Kedua: Pembahasan seputar Kenabian (termasuk kekhususan Nabi, tabarruk, dll.).
- Bab Ketiga: Pembahasan rupa-rupa (termasuk kehidupan barzakh, ziarah, dan perayaan keagamaan).

Sinopsis

Kitab "Mafahim Yajib An-Tushohhah" secara lugas menjawab berbagai kerancuan pemahaman yang sering dilontarkan oleh sebagian kelompok.

#Bab Pertama dimulai dengan peringatan keras terhadap bahaya bermudah-mudah menjatuhkan vonis kafir (takfir). Penulis menegaskan bahwa menurut ijma' (konsensus) ulama, Ahlul Qibla (umat Islam) tidak dapat dikafirkan kecuali jika ia mengingkari hal-hal yang mutlak diketahui dalam agama (ma'lum min ad-din bi ad-dharurah).
Penulis kemudian mengklarifikasi perbedaan fundamental antara posisi Pencipta (Khaliq) dan posisi makhluk (makhluq). Berdasarkan hal ini, ia meluruskan konsep-konsep berikut:
- Ta'zhim (Pengagungan): Menjelaskan perbedaan antara pengagungan sebagai bentuk ibadah (yang hanya untuk Allah) dan pengagungan sebagai bentuk adab atau penghormatan (yang dibolehkan untuk makhluk, seperti penghormatan malaikat kepada Adam).
- Tawassul (Intermediasi): Penulis membedakan antara tawassul yang disepakati dan yang diperselisihkan. Ia membela legalitas tawassul (berdoa melalui perantara) kepada Nabi ﷺ dan orang-orang saleh, dengan mengutip berbagai dalil, termasuk hadis tawassul Adam , dan pandangan ulama besar seperti Imam Asy-Syaukani.
- Isti'anah (Meminta Tolong): Meluruskan pemahaman tentang meminta tolong kepada selain Allah. Penulis menjelaskan bahwa jika meyakini makhluk memiliki kekuatan independen, itu syirik. Namun, jika memandangnya sebagai sebab-akibat atau majas (majâz 'aqli), hal itu dibolehkan, sebagaimana sering digunakan dalam Al-Qur'an dan Hadis.
- Bid'ah (Inovasi): Penulis menegaskan kembali pandangan mayoritas ulama yang membagi bid'ah menjadi beberapa kategori (termasuk bid'ah hasanah atau inovasi yang baik), menolak anggapan bahwa semua hal baru adalah sesat.
- Mazhab Asy'ari: Penulis juga membela posisi mazhab Asy'ariyah sebagai bagian dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Menariknya, penulis mengutip langsung dari risalah Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab yang menyangkal tuduhan bahwa dirinya mengkafirkan orang yang bertawassul, melarang ziarah kubur Nabi, atau ingin menghancurkan kubah Nabi.

#Bab Kedua berfokus pada pribadi Nabi Muhammad ﷺ. Penulis menguraikan kekhususan (khasa'is) beliau, menegaskan bahwa walau seorang manusia (basyar) , beliau memiliki keistimewaan yang tak dimiliki manusia lain. Bab ini juga menegaskan konsep Tabarruk (mencari berkah) dari peninggalan Nabi, yang menurut penulis banyak dilakukan oleh para Sahabat.

#Bab Ketiga membahas amalan-amalan yang sering diperdebatkan. Di antaranya adalah dalil-dalil mengenai kehidupan para nabi di alam barzakh (bahwa jasad mereka utuh dan mereka mendengar salam ) serta legalitas (masyru'iyah) Ziyarah (ziarah kubur Nabi) dan perayaan keagamaan seperti Mawlid (Maulid Nabi).

Diskusi Buku

Bagikan pendapat, review, atau diskusikan buku ini dengan pembaca lainnya.

Diskusi Buku

Bagikan ulasan atau diskusikan buku ini bersama pembaca lain.

Memuat komentar…