Foto bersama kegiatan SLC bersama Pemateri dan Peserta, hari Selasa (28/4/2026) di Masjid Student Center Lantai 3. (LDK Syahid/Nazmi Laila Zulfatul Jannah)
Ldksyah.id - Kegiatan Syahid Literation Community diselenggarakan oleh bidang Pengembangan Akademik, Bakat, dan Keilmuan (PABK) pada Selasa (28/4/2026) bertempat di Masjid Student Center Lantai 3, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema yang sangat krusial bagi lingkungan akademik, yakni "Dari Diam ke Berani: Menghapus Kekerasan Seksual di Dunia Kampus".
Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ammar Fauzi al-Faruq, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan. Hasbi Damar Wulan selaku Ketua Pelaksana dalam sambutannya menekankan pentingnya keberanian untuk bersuara. Ia mengajak seluruh mahasiswa agar tidak lagi memendam keluhan jika mengalami atau melihat tindakan yang tidak semestinya di lingkungan kampus.
“Sekecil apa pun cobalah untuk menyuarakan agar teman-teman yang lain bisa mendengar keluhan teman-teman semua,” ujar Hasbi di hadapan para peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum LDK Syahid, Syauqi, menegaskan bahwa edukasi mengenai kekerasan seksual sangat mendesak mengingat banyaknya realita yang mengganggu kenyamanan dan keamanan mahasiswa saat ini. Ia berharap informasi yang didapat dalam kajian ini bisa tersebar luas kepada mereka yang membutuhkan solusi nyata di lapangan.
Memasuki sesi inti yang dipandu oleh Fathy Robbani sebagai moderator, pemateri pertama, Bagus Jelang Ramadhan, membedah aspek hukum positif melalui UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia memaparkan secara rinci sanksi bagi pelaku kekerasan fisik, verbal, hingga pemaksaan kontrasepsi, sembari mengingatkan bahwa hukum harus memberikan kepastian dan tidak multitafsir.
“Dalam Islam, Al-Qur’an adalah norma dasar hukum. Dan sebagian besar terjadinya kekerasan seksual ini adalah tanggung jawab lelaki, kedekatan mereka dengan tanggung jawab kepada Allah,” tegas Bagus dalam penyampaiannya.
Perspektif religius kemudian diperdalam oleh pemateri kedua, R. Ibadurrahman R., S.S.I. Mengambil ibrah dari Surat Al-Hijr, ia menjelaskan bagaimana Islam hadir untuk mengatur manajemen hawa nafsu dan pikiran manusia. Ia memaparkan bahwa kecenderungan syahwat adalah sisi kemanusiaan yang harus dikelola dengan iman, mengingat kehormatan perempuan adalah hal yang sangat dijaga dalam Islam.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Rizka, salah satu peserta dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) angkatan 2025, memberikan kesan positifnya terhadap kolaborasi materi yang disajikan oleh kedua narasumber.
“Menurutku materi kali ini bagus dan relate juga. Pembawaannya tidak membosankan karena penyampaiannya merupakan perpaduan antara hukum negara dan hukum Islam,” ungkap Rizka.
Melalui kegiatan Syahid Literation Community ini, LDK Syahid berharap dapat membangun kesadaran kolektif mahasiswa untuk berani bersuara dan menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual sesuai dengan tuntunan syariat.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.