Pelantikan Shaddam Muharram pada Jumat (27/4/2026) di Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. (LDK Syahid/Shaddam Muharram)
Ldksyah.id - Demisioner Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid kembali menorehkan prestasi, Shaddam Muharram berhasil menjadi bagian dari Pemuda Parlemen melalui organisasi Pemuda Parlemen Indonesia (PPI) pada Jumat (27/4/2026) di Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kehadirannya menjadi bukti bahwa demisioner dakwah kampus juga mampu berkontribusi dalam dunia kebijakan dan parlemen.
Dalam wawancara yang dilakukan pada Sabtu (10/05/2026), Shaddam mengatakan bahwa langkahnya terjun ke dunia parlemen berawal dari keinginannya melihat generasi muda, khususnya lembaga dakwah kampus, ikut mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, parlemen merupakan wadah strategis bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan menciptakan kebijakan yang membawa kemaslahatan. Ia menilai generasi muda harus berani mengambil kesempatan untuk hadir di ruang-ruang pengambilan keputusan.
“Generasi muda harus punya tekad untuk berani terjun ke dunia parlemen, karena di sanalah aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan melalui kebijakan yang bermanfaat,” ujar Shadam.
Shadam juga mengungkapkan bahwa pengalaman berorganisasi di LDK Syahid memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan dirinya hingga sampai pada titik saat ini. Ia merasa organisasi telah membentuk kemampuan kepemimpinan sekaligus memperluas relasi dan jaringan.
Menurutnya, berbagai pengalaman seperti memimpin rapat, diskusi, kegiatan besar, hingga mengelola divisi di organisasi menjadi bekal penting dalam menjalankan peran sebagai pemuda parlemen.
Tak hanya itu, Shaddam menegaskan bahwa nilai-nilai dakwah yang ia dapatkan di LDK Syahid akan terus ia bawa dalam perjalanannya di dunia parlemen. Ia berharap lembaga dakwah kampus mampu menghadirkan terobosan baru dan ikut mengarahkan bangsa menuju masyarakat yang madani.
Sementara itu, Direktur Pemuda Parlemen Indonesia, Saripudin, menjelaskan bahwa setelah pelantikan pengurus baru DPP PPI periode 2026-2028, organisasinya akan fokus menjembatani aspirasi pemuda dengan kebijakan di tingkat parlemen.
Dengan mengusung tema “Sinergi Pemuda, Aksi Nyata untuk Indonesia Maju”, PPI ingin menjadi wadah aktif bagi anak muda untuk mengolah berbagai persoalan masyarakat menjadi rekomendasi kebijakan yang nantinya disampaikan kepada anggota parlemen.
“Setiap aspirasi yang dibawa pemuda harus didukung dengan riset dan kajian yang valid, sehingga solusi yang diberikan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelas Saripudin.
Ia juga menyebutkan bahwa PPI akan menjalankan berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat melalui tujuh Direktorat Jenderal yang dimiliki organisasi tersebut.
Adapun salah satu target utama kepengurusan baru adalah menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui Konferensi Pemuda Parlemen Indonesia yang membuka ruang bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada anggota parlemen.
Selain itu, PPI juga akan membentuk Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di berbagai daerah agar pemuda dapat lebih dekat dengan pemerintah daerah dan anggota legislatif setempat dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.
Saripudin menegaskan bahwa PPI terbuka bagi seluruh pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk lembaga dakwah kampus. Menurutnya, aktivis dakwah memiliki nilai integritas dan etika yang kuat yang sangat dibutuhkan dalam proses penyusunan kebijakan publik.
“Kami ingin mencetak praktisi kebijakan yang bersih sekaligus kompeten,” katanya.
Melalui hadirnya LDK Syahid di Pemuda Parlemen Indonesia, diharapkan semakin banyak generasi muda yang berani terlibat dalam dunia kebijakan publik dan membawa nilai-nilai kebaikan untuk kemajuan bangsa.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.