LDK Syahid
LDK Syahid
WIB --:--:--

Jadwal Sholat Hari Ini

Untuk Wilayah Jakarta & Sekitarnya

Memuat jadwal sholat...

LDK Syahid UIN Jakarta

Muslimah Bloom Festival 2026: “Aku, Hijab, dan Mimpiku”

Selasa, 29 September 2026 Reporter: Sabrina Izzatun Nisa Editor: Primandha Rachma Auzia
Muslimah Bloom Festival 2026: “Aku, Hijab, dan Mimpiku”

Foto bersama dengan pemateri di MBF 2026, di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (LDK Syahid/PDD MBF)

Ldksyah.id – Kegiatan Muslimah Bloom Festival (MBF) 2026 resmi digelar pada Rabu, (23/9/2026) di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mengangkat tema “Aku, Hijab, dan Mimpiku”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para muslimah untuk mendapatkan inspirasi dan perspektif mengenai perjalanan berhijab, pengembangan diri, serta upaya dalam meraih impian dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Kegiatan yang diikuti oleh 165 peserta ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diawali dengan registrasi, pembukaan, tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne UIN, dan Mars LDK, serta sambutan dari sejumlah pihak. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar bersama Eva Zuriat Elnova dan Karina Hakman, sesi tanya jawab, foto bersama, sosialisasi ekspresi, doorprize, dan demo sponsor sebelum ditutup dengan ishoma. Terakhir terdapat penampilan Ghina Syahida yang kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan penutupan.

Pada sesi pertama, kegiatan menghadirkan Eva Zuriat Elnova sebagai pemateri. Beliau dikenal sebagai penulis buku Islami yang membahas berbagai isu terkini, salah satunya melalui buku berjudul Muslimah Beyond the Rules. Dalam kesempatan tersebut, beliau membagikan pandangan dan pengalamannya mengenai bagaimana seorang muslimah dapat terus berkembang, berkarya, dan mengejar impian tanpa melepaskan nilai-nilai yang diyakininya.

Beliau mengatakan bahwa perintah Allah SWT. untuk Muslimah untuk berhijab adalah bukan suatu batasan, melainkan sebagai cara Allah SWT. melindungi kita untuk menggapai impian kita tanpa pernah kehilangan jati diri kita sebagai seorang muslimah. Beliau juga menyebutkan bahwa syariat berhijab justru dapat menjadi alasan kita menggapai Impian lebih tinggi dengan cara yang Allah SWT. tetapkan.

“Sejatinya kita tuh gak ada yang bener-bener mandiri. Sejatinya kita gak ada yang bener-bener berdiri sendiri. Karena akan selalu ada hal yang mengatur kita. Tinggal pilih aja kita mau diatur sama siapa, sama Allah atau hawa nafsu kita?” ucapnya.

Memasuki sesi kedua, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Karina Hakman. Beliau memberikan perspektif lain mengenai perjalanan seorang muslimah dalam mengejar mimpi. Peserta diajak untuk memahami bahwa memiliki mimpi dan berusaha untuk mencapainya merupakan bagian dari proses bertumbuh dan menjalankan amanah.

Beliau menyampaikan bahwa setiap pilihan yang diambil dalam menggapai mimpi, baik dalam menuntut ilmu maupun bekerja, merupakan amanah dari Allah SWT. Menurutnya, Allah SWT. akan membantu seseorang dalam menjalankan amanah tersebut meskipun orang-orang di sekitarnya meragukan atau tidak mendukung pilihannya. Selama tujuan yang ingin dicapai adalah meraih ridha Allah SWT., seseorang perlu percaya bahwa Allah akan menuntun jalan yang ditempuh.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita. Hal tersebut dikaitkan dengan Surah Al-Insyirah ayat 7, yang mengajarkan bahwa setelah menyelesaikan suatu urusan, seseorang hendaknya segera berusaha dan mengerjakan urusan lainnya.

“Maka ketika kita bisa menghapuskan perkara-perkara yang sia-sia dengan bersegera kepada urusan yang lain, maka Allah akan berikan balasan bagi orang-orang yang muhsin (orang-orang yang berbuat baik),” jelasnya.

Nayla Taqiyya (mahasiswa FST, Angkatan 2024), seorang peserta mengungkapkan alasannya datang ke acara MBF 2026 adalah karena tertarik dengan tema yang dibawakan tentang muslimah dalam menggapai mimpinya. Menurutnya, tantangan seorang Muslimah dalam menggapai mimpi adalah dalam menjaga akhlak, pakaian, dan secara keseluruhan syariat islam di lingkungan sekitarnya. Ia juga menyampaikan bahwa banyak sekali pemahaman baru yang ia dapatkan, salah satunya adalah bahwa Muslimah tidak dibatasi dalam menggapai mimpi, tetapi diberikan kesempatan yang luas.

“Gimana caranya kita itu sebagai muslimah berdaya, dengan pendidikannya jalan, karirnya jalan, bahkan beliau dakwahnya juga jalan gitu. Ternyata kita sebagai Muslimah tidak dibatasi tetapi justru diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang gitu,” ucapnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Nur Raisa Najla, juga menyampaikan tujuan diadakannya MBF 2026 ini adalah berawal dari keresahan muslimah yang ingin menggapai mimpi yang tinggi, tetapi merasa sulit untuk tetap mempertahankan kemuslimahannya, oleh karena itu, MBF 2026 ini diadakan oleh Keputrian LDK Syahid sebagai wadah pendorong untuk para muslimah berkarya tanpa perlu meninggalkan syariat islam sebagai seorang muslimah.

“Jadi harapannya, dari acara ini kita bisa sama-sama menemukan muslimah yang mengejar mimpi, menggali potensi diri, dan terus berkarya, tapi tetap berpegang pada syariahnya,” harapnya.

Sebagai penutup, MBF 2026 ini menjadi ruang bagi para muslimah untuk mendapatkan inspirasi bahwa hijab bukanlah batasan dalam meraih impian. Melalui kegiatan ini juga, peserta diajak untuk terus berkembang dan mengejar cita-cita dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Berita Lainnya

Komentar

Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.

Memuat komentar…