Foto bersama Wali Kota Malang dengan seluruh peserta FSLDKN XXII pada Sabtu (09/5/2026), di Gedung KNPI Kota Malang. (LDK Syahid/Dokumentasi Panitia PDD)
Ldksyah.id – Aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Kota Malang untuk menghadiri perhelatan akbar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) XXII 2026. Agenda dua tahunan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis (07/5/2026) hingga Ahad (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi 242 peserta yang berasal dari 97 kampus dan 37 Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) FSLDK di seluruh Indonesia untuk merumuskan arah gerak dakwah mahasiswa menyongsong Indonesia Emas 2045.
Acara resmi dibuka melalui prosesi Grand Opening oleh Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, S.Hut., M.H. Forum ini menjadi momentum krusial untuk membahas pertanggungjawaban kepengurusan Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK, pembahasan ADRT, hingga penentuan struktur kepengurusan baru. Rangkaian kegiatan FSLDKN XXII sendiri terdiri atas Sidang Umum FSLDKN, PMLDK, Launching IKA FSLDK, Launching Buku, Grand Final Lomba, Kajian Akbar, Seminar Nasional, dan ditutup dengan Field trip.
Ketua Pelaksana FSLDKN XXII, Muhammad Nugraha Al Afgani, yang juga merupakan Ketua LDK Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) Universitas Brawijaya selaku tuan rumah, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema "Menjaga Khittah Perjuangan dan Memperbarui Model Gerakan dalam Menyongsong Indonesia 2045". Nugraha menekankan pentingnya adaptasi agar gerakan dakwah tetap dinamis. "Kita harus menyesuaikan dengan keadaan zaman, keadaan saat ini seperti apa. Jadi harus diperbarui. Jangan menggunakan cara-cara lama," ujarnya.
Semangat tersebut turut dirasakan oleh para delegasi, salah satunya Alimsyah Putra, Ketua Umum LDK Assalam Universitas Samudra, Aceh. Ia menuturkan bahwa kehadirannya bertujuan untuk meninjau perkembangan inovasi program kerja LDK di luar daerah. “Harapan kami dalam kegiatan ini supaya kepengurusan LDK tetap teguh dalam ukhuwah islamiah,” tutur Alimsyah. Ia juga menambahkan bahwa momen paling berkesan adalah saat bertemu alumni LDK era 90-an yang menjadi telenta perubahan bagi negeri.
Dukungan terhadap penguatan karakter mahasiswa juga datang dari Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., yang hadir pada hari ketiga. Dalam sambutannya, beliau mendorong mahasiswa agar menjadi garda terdepan dalam menangkal disinformasi dan hoaks demi menjaga stabilitas bangsa.
Dalam agenda besar ini, LDK Syahid UIN Jakarta turut mengirimkan delegasi resminya yang terdiri dari Muhammad Syauqi Mubarak (Ketua Umum), Muhammad Zhafar Rabbany (Sekretaris Jenderal), Ihsan Fathi Abdullah (Koordinator Bidang Kaderisasi), dan Fakhruddin (Koordinator Bidang Media).
Momentum FSLDKN XXII ini menjadi catatan sejarah yang sangat istimewa bagi LDK Syahid UIN Jakarta. Di tengah perhelatan tersebut, LDK Syahid resmi terpilih menjadi Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK untuk periode 2026-2028. Pencapaian ini seolah menjadi kado spesial bagi LDK Syahid yang tengah menjelang usianya yang ke-30 tahun. Meski merupakan amanah yang berat, kepercayaan ini disambut sebagai bentuk tanggung jawab besar dalam memimpin arah dakwah kampus di level nasional.
Menutup rangkaian kegiatan, Nugraha berharap para delegasi membawa pulang stimulus semangat (ghirah) dakwah ke kampus masing-masing. Ia menegaskan bahwa hasil rumusan di Malang, termasuk transisi kepemimpinan ke Puskomnas yang baru, harus diwujudkan dalam aksi nyata agar tidak sekadar menjadi formalitas organisasi semata.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.