Dokumentasi Kunjungan MUI hari Rabu (24/6/2026) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat. (LDK Syahid/Fakhruddin)
Ldksyah.id - Sebanyak delapan belas orang delegasi dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan jajaran pimpinan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Rabu (24/6/2026) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah, meminta arahan, serta merumuskan sinergi terkait tantangan dakwah mahasiswa di era digital dan kemajemukan masyarakat.
Ketua Pelaksana kunjungan, Fauziyah Hilwa (FAH/2023), menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wadah bagi aktivis dakwah kampus untuk belajar langsung dari lembaga yang berperan besar dalam pembinaan umat. “Melalui kunjungan ini juga, kami ingin belajar langsung dari MUI terkait berbagai tantangan dakwah yang dihadapi saat ini, khususnya di kalangan mahasiswa. Selain itu, kami juga berharap dapat menjalin komunikasi dan sinergi yang baik dengan MUI, baik itu dalam bentuk kolaborasi kegiatan, dukungan sebagai narasumber, maupun bentuk kerja sama lainnya,” ujar Mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora tersebut.
Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh Ketua Komisi Dakwah MUI, Drs. K.H. Saiful Bahri AR, yang menegaskan bahwa mahasiswa adalah potensi besar umat. Beliau menekankan pentingnya penerapan dakwah yang moderat. "Seorang aktivis dakwah harus mampu membawa nilai-nilai Islam wasathiyah, yaitu Islam yang moderat, adil, seimbang, dan mampu menjadi rahmat bagi seluruh umat," pesannya.
Transformasi dakwah ke ranah digital turut menjadi sorotan utama. Sekretaris Komisi Dakwah MUI, Dr. Jaja Nur Jannah, menyoroti fenomena milenial dan Gen Z yang kini lebih memilih mencari jawaban persoalan agama melalui internet seperti "Syekh Google" atau "Syekh AI". "Algoritma media digital itu harus kita kuasai. Bayangkan jika ada anak-anak atau remaja yang mencari konten negatif, misalnya pornografi. Harapannya, yang muncul justru ayat-ayat Al-Qur'an tentang larangan zina," paparnya. Ia juga menyosialisasikan pentingnya Program Standardisasi Dakwah bagi dai lulusan minimal S1.
Tantangan dakwah tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di lingkungan sekitar. Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI, Dr. Agus Suprayogi, M.Si., memberikan kritik membangun terkait fenomena aktivis kampus yang kurang berkiprah di masyarakat. "Saya melihat mahasiswa, khususnya aktivis dakwah, sangat aktif di kampus. Namun, ketika kembali ke lingkungannya, justru kurang terlihat aktivitas dakwahnya. Ini sangat miris," tegasnya. Ia mendorong aktivis kampus agar turun langsung mengayomi anak-anak muda di lingkungannya demi mencegah berbagai penyimpangan moral, seperti LGBT, dan menjadikan dakwah sebagai gaya hidup.
Kritik tersebut menjadi bahan refleksi yang mendalam bagi delegasi LDK Syahid. Fauziyah mengakui bahwa aktivis dakwah kampus sering kali terlalu fokus pada lingkungan internal. "Dari sini saya belajar bahwa dakwah itu tidak boleh berhenti hanya pada lingkaran yang menurut kita sudah nyaman, tetapi juga harus terus meluas dan menjangkau lebih banyak orang," refleksinya.
Pentingnya sinergi ini juga harus ditunjang dengan adab dan kemampuan komunikasi yang mumpuni. Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, H. Nur Ihsan Zaidi, M.M., berpesan agar mahasiswa menjadikan akhlak dan kesantunan sebagai identitas seorang aktivis. Hal ini selaras dengan pesan Anggota Komisi Dakwah MUI, Hj. Nofiarti, M.M., yang mengingatkan agar ilmu tidak berhenti di ruang kelas, melainkan tercermin menjadi teladan perilaku sehari-hari. Sementara itu, Anggota Komisi Dakwah MUI sekaligus Majelis Ahli Komisi Infokomdigi MUI, Hj. Elvi Hudhriyah, M.A., menekankan pentingnya public speaking agar pesan dakwah yang baik dapat tersampaikan secara jelas dan menarik.
Kunjungan yang diisi dengan dialog interaktif ini ditutup dengan komitmen LDK Syahid untuk terus memperluas kebermanfaatan. "Semoga setelah kegiatan ini, kami dapat lebih menyadari peran dan tanggung jawab dakwah yang kami emban. Saya berharap LDK Syahid dapat terus menghadirkan dakwah yang tidak hanya dirasakan oleh kader-kader internalnya sendiri, tetapi juga mampu menjangkau mahasiswa yang lebih luas," tutup Fauziyah.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.