Foto bersama lomba masak Glory 30 Competition bersama Juri dan Peserta, hari Jumat (22/5/2026) di Student Center. (LDK Syahid/Dokumentasi Panitia PDD)
Ldksyah.id - Dalam rangka memperingati Milad ke-30, LDK Syahid menggelar “Glory 30 Competition” yang berlangsung meriah di Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis (14/5/2026) sampai Jumat (15/5/2026). Dengan tema “Merawat Hangatnya Ukhuwah, Mengukir Gemilangnya Dakwah”, kegiatan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjadi wadah bagi kader dalam menunjukkan kreativitas dan potensi terbaiknya.
Empat cabang perlombaan hadir memeriahkan acara, yaitu futsal ikhwan, lomba masak akhwat, lomba video kreatif, dan lomba cerdas cermat. Seluruh fakultas diwajibkan untuk berpartisipasi sehingga suasana kompetisi terasa semakin hidup dan penuh antusiasme.
Salah satu peserta lomba memasak, Nabila Mahmudah yang mewakili Angkatan An-Nur, membagikan pengalamannya selama mengikuti perlombaan tersebut. Bersama timnya, ia memasak dua menu sederhana, yaitu tempe orek dan tumis bayam. Menurutnya, bukan hanya hasil masakan yang menjadi fokus utama, tetapi juga proses kerja sama yang membangun rasa kebersamaan di dalam tim.
“Yang tim kami masak itu ada dua menu, tempe orek sama tumis sayur bayam. Dari sebuah kerja sama dan dari cita rasa masakan itu terbentuk rasa kebersamaannya,” ujarnya.
Nabila juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam lomba memasak adalah ketidakpastian bahan utama yang akan didapatkan. Hal tersebut membuat peserta harus mempersiapkan banyak kemungkinan resep sejak jauh hari sebelum perlombaan berlangsung.
“Karena bahan utamanya kita enggak tahu dapat apa, jadi sudah mikirin banyak resep dari jauh-jauh hari sebelum lomba. Tantangannya juga waktu rebutan bahan utama di meja yang terpisah dengan kompor. Seru banget karena rebutannya parah,” katanya.
Sementara itu, semangat kebersamaan juga terlihat dalam cabang lomba futsal. Salman Abdurrahman yang turut mewakili Angkatan An-Nur mengatakan bahwa timnya awalnya tidak memiliki target besar dalam kompetisi tersebut. Namun tanpa disangka, mereka berhasil meraih juara dua.
“Awalnya yang penting happy dan sehat, eh tiba-tiba malah juara dua,” ungkap Salman.
Menurutnya, futsal bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi gambaran pentingnya kerja sama tim dan ukhuwah antaranggota. Kekompakan tim menjadi faktor utama yang menjaga semangat selama pertandingan berlangsung.
Salman juga menyoroti kurangnya jumlah penonton yang hadir untuk memeriahkan perlombaan. Ia berharap ke depannya lebih banyak kader yang hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendukung agar suasana perayaan Milad semakin terasa.
“Mungkin tantangannya bagaimana cara mengajak teman-teman kader LDK untuk turut meramaikan acara, bukan hanya peserta lomba saja. Karena ini acara seremonial Milad yang harusnya bisa dirasakan seluruh kader,” jelasnya.
Di usia yang ke-30 tahun, para peserta berharap LDK Syahid terus berkembang dan konsisten menjadi motor penggerak dakwah kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Semangat perjuangan yang telah dibangun selama puluhan tahun diharapkan mampu terus membawa manfaat dan memperluas syiar Islam di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
“Semoga LDK Syahid terus konsisten menjadi motor penggerak dakwah kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Di usia 30 tahun ini semoga kontribusi dan syiar Islam yang dibawa semakin meluas dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas akademika,” tutup Salman.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.