Dokumentasi Kegiatan Dai Champions 2 hari Senin (06/10/2025) di Ruang Rapat Aula Buya Hamka Lantai 4 Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia. (LDK Syahid/Naufal Fauzan Santoso)
Ldksyah.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menyelenggarakan ajang bergengsi “Dai Champions 2”, sebuah kompetisi pendakwah berstandar MUI yang bekerja sama dengan Damai Indonesiaku TVOne dan Muslim Center. Program ini menjadi ruang bagi para dai muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan kemampuan berdakwah yang komunikatif, inspiratif, dan berlandaskan keilmuan agama yang kuat.Kompetisi yang berlangsung sejak masa pendaftaran (22/05) hingga (15/07) menghadirkan dewan juri dari tokoh-tokoh penting MUI, seperti KH. Ahmad Zubaidi, KH. Cholil Nafis, dan KH. Arif Fahrudin. Para peserta terpilih akan tampil di babak seleksi utama pada (06/10) di hadapan dewan juri dan disiarkan secara langsung melalui program religi TVOne Damai Indonesiaku. Selain memperebutkan hadiah umrah dan uang saku, peserta juga berkesempatan tampil dalam program Damai Indonesiaku.Ketua Komisi Dakwah MUI, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, M.A menyampaikan bahwa peserta Dai Champions 2 merupakan dai yang telah lulus proses standarisasi MUI. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menilai kemampuan ceramah, tetapi juga metodologi dakwah dalam menghadapi berbagai situasi di masyarakat.“Dalam penguasaan konten keagamaan, mereka sudah lulus; dalam metode dakwah juga sudah lulus; serta dalam aspek Aman NKRI, telah memenuhi standar,” jelasnya.Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dakwah. Hal ini dikarenakan lima puluh persen penduduk Indonesia adalah anak muda. Karena itulah, mereka memiliki peran penting dalam dakwah, sebab cara mereka berkomunikasi lebih efektif. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan dai muda yang memiliki wawasan luas dan mampu menyampaikan pesan Islam dengan cara yang menarik serta mudah diterima masyarakat.Salah satu peserta dari Pekanbaru, Riau, Fachrul Mufid mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dilandasi oleh panggilan hati untuk berdakwah. Fachrul yang merupakan lulusan Sertifikasi Dai MUI angkatan ke-37 ini juga menuturkan bahwa ia menyiapkan teks, narasi, serta hafalan yang disesuaikan dengan konteks dakwah kekinian.“Persiapannya sangat luar biasa, karena pada fase pertama kami diberi waktu tiga menit untuk tampil maksimal di depan dewan juri. Kalau berhasil, tentu saya ingin memberikan manfaat bagi banyak orang. Rasulullah SAW bersabda: Nahnu du‘ātu qabla kulli syai’ (Kita adalah dai sebelum segalanya). Yang terpenting adalah tetap memegang asas-asas dakwah dan menyebarkan nilai-nilai positif,” ungkapnya.Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah, Dr. H. Arif Fahrudin, M.Ag menuturkan bahwa Dai Champions merupakan bentuk kolaborasi MUI dan TVOne dalam semangat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Ia juga menambahkan bahwa meningkatnya atensi masyarakat terhadap dakwah berkualitas menjadi dorongan bagi para dai untuk terus meningkatkan kapasitas diri.“Jika para dai berprestasi dan berkualitas, berarti kita telah memberikan sajian terbaik bagi masyarakat dan ini menjadi asupan gizi ruhani yang berkualitas. Dai adalah etalase dakwah Islam. Karena itu, keilmuan mereka harus otoritatif agar dakwah rahmatan lil ‘ālamīn dapat disampaikan secara indah, mencerahkan, dan memberikan kontribusi positif bagi perjalanan dakwah di Indonesia,” pungkasnya.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.