Dokumentasi Kegiatan SAFA 2025 hari Sabtu (10/05/2025) di Aula Student Center, Kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (LDK Syahid/Shaddam Muharram)
Ldksyah.id - Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan Seminar dan Talkshow pada Sabtu, (27/09) dalam rangkaian SAFA 2025. Dengan mengusung tema inspiratif, ‘Generasi Emas Umat Cerdas : Saatnya Bangkit Menjawab Tantangan Dunia’, acara ini bertujuan menghadirkan dakwah yang inklusif sekaligus mempersiapkan generasi mahasiswa yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.
Keresahan panitia terhadap kondisi dunia yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian menjadi latar belakang utama penyelenggaraan acara ini. Ketua panitia, Muhammad Rafli, menuturkan bahwa SAFA 2025 diharapkan dapat melahirkan generasi emas umat yang mampu berkontribusi nyata untuk membangun peradaban gemilang.
Acara ini menghadirkan dua narasumber spesial, yakni Ust. Muhammad Nuruddin, Lc., M.A. (Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam, Magister & Kandidat Doktor Akidah Filsafat Universitas Al-Azhar Kairo, penulis buku Ilmu Mantiq, Logical Fallacy dan lainnya) dan Ust. Nur Fajri Romadhon, B.Sh., M.A. (Anggota Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta, peneliti di Lembaga Kajian Islam & Hukum Islam UI, Wakil Ketua Majelis Tarjih & Tajdid Muhammadiyah DKI Jakarta, sekaligus penulis lebih dari 20 kitab).
Berbeda dari tahun sebelumnya, SAFA 2025 menghadirkan konsep yang lebih meriah dan atraktif. Selain seminar utama, acara ini juga dimeriahkan dengan bazar buku dari berbagai penerbit, games berhadiah, hingga Meet Gala sebagai spot photobooth bagi peserta. Penampilan khusus dalam sesi grand opening turut menambah daya tarik dan antusiasme peserta dari berbagai kalangan, tidak hanya mahasiswa UIN Jakarta, tetapi juga dari luar daerah.
Dalam penyampaian materinya, Ust. Muhammad Nuruddin menekankan pentingnya membentuk karakter pemimpin sejak masa kampus. Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir tiba-tiba, melainkan dibentuk melalui pendidikan, pengalaman organisasi, serta pembiasaan memberi teladan. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menyeimbangkan tiga kecerdasan utama, yaitu intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ), agar mampu menghadapi masalah dengan dewasa dan bijaksana.
Sementara itu, Ust. Nur Fajri Romadhon menyoroti dua tantangan besar generasi muda saat ini, yaitu masalah finansial dan moral. Ia menekankan bahwa banyak mahasiswa kehilangan idealisme karena terhimpit kebutuhan materi, sehingga mudah dipengaruhi kepentingan negatif. Oleh karena itu, mentalitas mandiri dan moral yang kuat harus dibangun sejak dini agar tetap istiqamah di jalan kebaikan.
Antusiasme peserta tampak jelas dari awal hingga akhir acara. Maulana Jihadul Islam, mahasiswa baru FDI 2025, mengaku mendapatkan banyak pencerahan. “Saya jadi sadar bahwa ilmu itu sangat luas, dan melalui acara ini pandangan saya semakin terbuka. Acara ini datang di saat saya merasa kehilangan arah di kampus, dan memberi saya motivasi untuk terus belajar,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Muhammad Rafli Ketua Pelaksana SAFA 2025 menyampaikan harapannya agar acara ini mampu menumbuhkan generasi emas umat yang berkarakter, berilmu, dan berdaya guna. “Kami berharap mahasiswa mampu menjadi generasi emas yang cerdas, memiliki semangat membangun peradaban gemilang, serta siap menghadapi tantangan global dengan ilmu, iman, dan kontribusi nyata,” tegasnya.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.