Pemaparan oleh ketiga pemateri pada acara Syahdan hari Kamis (13/03/2025) di Masjid Raya Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (LDK Syahid/Shaddam Muharram)
Ldksyah.id - Kamis, (13/03/2025) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menyelenggarakan Syahid In Ramadhan (Syahdan) guna menyambut Bulan Suci Ramadan di Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Dalam agendanya, Syahdan membawakan tema “Spirit Cahaya Ramadan : Melerai Benang Sejarah dan Masa Depan Perjuangan Kemerdekaan Palestina” dan dibuka untuk umum.
Syahdan pada tahun ini berhasil dihadiri sebanyak 120 peserta dan diisi bersama tiga pemateri. Yaitu Abdullah Onim, Aktivis Kemanusiaan dan Pembina Nusantara Palestina Center, dan Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, serta Ustaz Muhammad Anas, Direktur dan Peneliti Al-Sharq Center of Dialouge and Civilization (CDC) El Sharq.
Yanuar Atha Prabowo, Ketua Pelaksana Syahdan 2025 menyampaikan bahwa pentingnya pembahasan mengenai kondisi Palestina saat ini di Agenda Syahdan, karena setelah Palestina mengalami gencatan senjata, isu-isu Palestina mulai meredup digaungkan, sedangkan kondisi belahan sana sedang mengalami “berbuka sambil berduka” di tengah momen menunaikan ibadah bulan suci Ramadan.
“Kami ingin mengembalikan isu-isu Palestina, mengembalikan kepedulian, mengingatkan kembali kepada masyarakat, khususnya di MRBJ terkait Palestina. Tugas kita tidak hanya di gencatan senjata, tapi lebih dari gencatan senjata dan di mana tugas kita itu membebaskan Palestina sebebas-bebasnya dari jeratan Israel sampai Palestina merdeka,” tutur Yanuar dalam wawancara pada Kamis (13/03/2025).
Tentunya dengan disuarakan kembali terkait kondisi Palestina, masih banyak harapan dan dukungan yang pesat supaya segera merdeka dan terbebas dari penjajahan. Sudarnoto menyampaikan dalam pemaparan materinya, bahwa Indonesia sudah memiliki kekuatan dan kekuasaan politik (political power), sehingga Indonesia wajib memerangi, melawan, dan menghapus kemungkaran, termasuk penjajahan Israel.
“Dari 191, 147 negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendukung Palestina, dan Palestina sekarang sudah bisa ikut sidang umum PBB. Sudahkah Indonesia yang punya political power memberikan dukungan melawan penjajahan Israel? Sudah,” tegasnya.
Vitra Ismoyo Putra, partisipan Syahdan LDK Syahid 2025 yang mengaku content creator juga mengungkapkan senang menghadiri Syahdan dengan materi yang inspiratif mengenai kemerdekaan Palestina.
“Ke depannya, Gaza gak ada perseteruan dari pihak manapun mudah-mudahan, karena perdamaian sangat penting dan menjadi kewajiban. Dan kita mengingat Allah bahwa tidak boleh ada perseteruan dengan siapa pun,” harapnya dalam wawancara pada Kamis, (13/03/2025).
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.