Para mahasiswa yang tergabung ke dalam UKM LDK Syahid menggelar aksi dan galang donasi di Kampus 1 UIN Jakarta yang di komandoi oleh Bidang PSU (Pos Solidaritas Ummat) sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara kita di Palestina
Palestina Yang Terusir dari Rumahnya Sendiri
Bertepatan pada tanggal 29 November 1947 melalui Sidang Majelis Umum PBB, diputuskanlah pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian, yakni wilayah Yahudi dan Arab atas konsekuensi perang yang terjadi selama beberapa kurun waktu. Keputusan tersebut mengakibatkan Palestina kehilangan identitasnya sebagai negara yang berdaulat. Hanya dalam waktu satu tahun, penduduk asli Palestina yang tersisa sebesar 22 persen saja. Hingga tak ubahnya Palestina layaknya tuan rumah yang terusir dan terjajah di tanah kelahirannya sendiri.
Bahwa Penjajahan di Atas Dunia Harus Dihapuskan
Hari Solidaritas Palestina yang ditetapkan oleh PBB pada tahun 1977 menjadi momentum pengingat bahwa pada tanggal tersebut, Israel telah membuka “gerbang penjajahan” terhadap Negara Palestina. Israel juga melakukan pelanggaran dengan mendeklarasikan secara sepihak bahwa kota suci Al Quds merupakan ibukota mereka. Sampai hari ini Israel masih terus melakukan upaya perebutan wilayah Palestina dengan meluncurkan berbagai macam serangan yang menyebabkan terbunuhnya jutaan warga asli Palestina yang tidak berdosa.
Cukup Menjadi Manusia untuk Bisa Peduli
Dalam rangka peringatan kemanusiaan dan persaudaraan, LDK Syahid melalui bidang Pos Solidaritas Umat menyelenggarakan seruan aksi dan galang donasi untuk Palestina di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini berusaha mengajak kepedulian para mahasiswa untuk tidak lupa bahwa di belahan bumi sana, Negara Palestina masih terjajah dan membutuhkan uluran tangan kita sebagai seorang muslim dan khususnya sebagai seorang manusia yang memiliki rasa empati terhadap sesama.
“Saudara kita yang berada di Palestina pada hari ini membutuhkan bantuan kita berupa apapun yang bisa kita salurkan demi menunjang kelayakan hidup mereka hingga seterusnya, terlebih lagi sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW dimana setiap saudara muslim harus membantu saudara muslim yang lainnya, maka dengan adanya peringatan ini, kami pun melakukan galang donasi. Dimana semarak ini kami tujukan kepada khalayak umum untuk mengingat kembali saudara-saudara kita di Palestina, memupuk rasa persaudaraan dan kepedulian akan kepedihan yang mereka alami, dan menunjukkan semangat kita sebagai sesama muslim untuk membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan masing-masing” Ungkap Fawwaz ketua pelaksana Palestine Solidarity Day.
Donasi yang terkumpul pada aksi tersebut mencapai Rp 1.780.000 yang akan disalurkan melalui Yayasan Palestina Center (NPC). Pengumpulan donasi sampai saat ini masih dibuka hingga pada puncak acara Damai Kampusku: “Nanti Kita Cerita Tentang Bumi Palestina” yang akan diselenggarakan pada hari Jum’at 2 Desember 2022 bertempat di Aula Madya UIN Jakarta.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.