Penyampaian materi oleh Wakhid Effendi pada acara Damai Kampusku hari Jumat (28/6/2024) di Aula Madya, UIN Jakarta. (LDK Syahid/Athaya Ramaniya)
LDK Syahid sukses menyelenggarakan acara Gelar Damai Kampusku 2024. Puluhan mahasiswa dari UIN Jakarta dan masyarakat umum turut hadir memeriahkan acara tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Madya lantai 2, kampus UIN Jakarta, Ciputat pada Jumat (28/6/2024).
Dengan mengangkat tema, “Antara Pemuda, Palestina dan Moderasi Beragama” LDK Syahid telah membuka kesempatan bagi para pemuda, khususnya mahasiswa untuk saling berdiskusi dan menambah wawasan baru terkait topik-topik hangat yang sedang diperbincangkan.
Terdapat tiga tujuan dalam acara Damai Kampusku ini. Dilihat dari kata pertama, “Antara Pemuda” mempunyai tujuan untuk menciptakan perdamaian antar pemuda, khususnya di kalangan pelajar. Dari berbagai macam konflik yang timbul di kalangan mahasiswa dengan berbagai organisasi di lingkup universitas, diharapkan kita bisa mengambil sikap yang baik dalam menghadapi perbedaan perspektif. Semua persoalan harus dapat diselesaikan dengan landasan keagamaan. Karena dalam Islam itu penuh dengan kedamaian.
Kata kedua yaitu “Pemuda” memiliki tujuan yaitu untuk membuka mata publik dalam kasus penyerangan Israel terhadap Palestina yang sampai detik ini belum kunjung berakhir. Dari tema ini, diharapkan kita dapat berupaya untuk meningkatkan kepedulian terhadap saudara seagama yang ada di Palestina.
Adapun dalam kata-kata “Moderasi Beragama” bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat yang beragam.
“Tujuan moderasi beragama dalam acara ini juga adalah untuk mencegah munculnya ekstrimisme dan radikalisme serta mewujudkan kehidupan beragama yang rahmatan lil 'alamin,” ungkap ketua pelaksana Damai Kampusku 2024, Hilmi Aziz.
Acara Damai Kampusku diselenggarakan dengan mengundang beberapa narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber yang diundang mulai dari KH. Ahmad Zubaidi, MA, Prof. Dr. HM Asrorun Ni'am Sholeh, MA., Wakhid Effendi, ST, Ir. Maryam Rachmayani S.Th.I, MM, dan Ustadz Amar Ar Risalah.
Narasumber membahas tema-tema yang berbeda, mulai dari pembahasan terkait hubungan pemuda dan Palestina hingga pembahasan terkait Moderasi Beragama. Pembahasannya sangat informatif dan menambah wawasan bagi audiens.
“Semua umat Islam harus membela Palestina, mulai dari anak kecil, bahkan yang paling penting adalah pemudanya. Mengapa penting bagi pemuda untuk membela diri? Pemuda itu lebih banyak harapannya untuk kedepannya, pemahamannya lebih dalam dari anak-anak, lingkungannya masih luas,” jelas Maryam Rachmayani dalam sesi wawancara (28/6/2024).
Maryam juga mengacungkan jempol terhadap LDK yang mempunyai perhatian dengan mengadakan seminar seperti ini. Ia juga berharap kedepannya semakin banyak hal-hal yang bisa kita suarakan dan lakukan untuk Palestina.
“Mendukung Palestina tidak harus menjadi seorang muslim, tetapi menjadi seorang manusia sudah cukup,” tambah Wakhid Effendi, salah satu narasumber Damai Kampusku.
Semoga dengan terlaksananya acara ini, mampu mendobrak semangat para pemuda untuk membela Palestina dan berusaha menjadi umat muslim yang rahmatan lil 'alamin.
Komentar
Bagikan pendapat Anda tentang berita ini.
Masuk terlebih dahulu untuk berkomentar.